Monday, April 29, 2013

Peta Konsep (Mind Map)



A.     Apa yang dimaksud dengan peta konsep?
Konsep adalah ide atau gagasan yang memungkinkan kita untuk mengelompokkan benda atau objek ke dalam contoh dan yang bukan contoh (Robert M. Gagne dalam Sartono, 1992). Konsep merupakan dasar untuk berpikir, untuk belajar aturan-aturan dan akhirnya untuk memecahkan masalah (http://haritsah.ifastnet.com). Dapat disimpulkan bahwa konsep adalah ide dasar suatu topik.
Pemetaan Pikiran (Mind Mapping) adalah suatu metode untuk memaksimalkan potensi pikiran manusia dengan menggunakan otak kanan dan otak kirinya secara simultan. Metode ini diperkenalkan oleh Tony buzan pada tahun 1974, seorang ahli pengembangan potensi manusia dari  Inggris (http://wikipedia.org). Peta konsep merupakan hasil perkembangan psikologi pendidikan kognitif yang mementingkan adanya pengulangan (Sartono, 1992). Peta konsep adalah skema yang dilukiskan untuk menunjukkan sederetan arti konsep dalam proposisi-proposisi. Peta Konsep merupakan visualisasi dari konsep-konsep dan proporsi(Sri Mursiti, 2007).  George Posner dan Alan Rudnitsky  ( dalam http://haritsah.ifastnet.com) menyatakan bahwa peta konsep mirip peta jalan, namun peta konsep menaruh perhatian pada hubungan antar ide-ide, bukan hubungan antar tempat. Sehingga saya dapat menyimpulkan bahwa peta konsep merupakan penggambaran ide-ide dasar tentang suatu topik serta hubungan antar ide-ide tersebut dalam pola yang logis.
Ciri-ciri peta konsep (Dahar, 1988:15 dalam http://haritsah.ifastnet.com):
1.      Memperlihatkan konsep-konsep dan proposisi-proposisi suatu bidang studi
2.      Merupakan suatu gambar dua dimensi dari suatu bidang studi
3.      hirarki
Peta konsep (Nur, 2000 dan Erman, 2003 dalam http://haritsah.ifastnet.com) ada empat macam yaitu:
1.      Pohon jaringan
Ide-ide pokok dibuat dalam persegi empat, sedangkan beberapa kata lain dihubungkan oleh garis penghubung. Kata-kata pada garis penghubung memberikan hubungan antara konsep-konsep. Pada saat mengkonstruksi suatu pohon jaringan, tulislah topik itu dan daftar konsep-konsep utama yang berkaitan dengan topik itu. Daftar dan mulailah dengan menempatkan ide-ide atau konsep-konsep dalam suatu susunan dari umum ke khusus. Cabangkan konsep-konsep yang berkaitan itu dari konsep utama dan berikan
hubungannya pada garis-garis itu
Pohon jaringan cocok digunakan untuk memvisualisasikan hal-hal:
a. Menunjukan informasi sebab-akibat
b. Suatu hirarki
c. Prosedur yang bercabang
Istilah-istilah yang berkaitan yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan-hubungan.
2.      Rantai Kejadian
Nur dalam Erman (2003:26) dalam  http://haritsah.ifastnet.com mengemukakan bahwa peta konsep rantai kejadian dapat digunakan untuk memerikan suatu urutan kejadian, langkah-langkah dalam suatu prosedur, atau tahap-tahap dalam suatu proses. Misalnya dalam melakukan eksperimen.
Rantai kejadian cocok digunakan untuk memvisualisasikan hal-hal:
a. Memerikan tahap-tahap suatu proses
b. Langkah-langkah dalam suatu prosedur
c. Suatu urutan kejadian
3.      Peta Konsep siklus
Dalam peta konsep siklus, rangkaian kejadian tidak menghasilkan suatu hasil akhir. Kejadian akhir pada rantai itu menghubungkan kembali ke kejadian awal. Seterusnya kejadian akhir itu menhubungkan kembali ke kejadian awal siklus itu berulang dengan sendirinya dan tidak ada akhirnya. Peta konsep siklus cocok diterapkan untuk menunjukan hubungan bagaimana suatu rangkaian kejadian berinteraksi untuk menghasilkan suatu kelompok hasil yang berulang-ulang.
4.      Peta konsep laba-laba
Peta konsep laba-laba dapat digunakan untuk curah pendapat. Dalam melakukan curah pendapat ide-ide berasal dari suatu ide sentral, sehingga dapat memperoleh sejumlah besar ide yang bercampur aduk. Banyak dari ide-ide tersebut berkaitan dengan ide sentral namun belum tentu jelas hubungannya satu sama lain. Kita dapat memulainya dengan memisah-misahkan dan mengelompokkan istilah-istilah menurut kaitan tertentu sehingga istilah itu menjadi lebih berguna dengan menuliskannya di luar konsep utama.
Peta konsep laba-laba cocok digunakan untuk memvisualisasikan hal-hal:
a
. Tidak menurut hirarki, kecuali berada dalam suatu kategori
b
. Kategori yang tidak paralel
c
. Hasil curah pendapat

B.     Mengapa peta konsep penting?
Peta konsep digunakan untuk menyatakan hubungan yang bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi-proposisi.  Peta konsep yang dibuat siswa dapat membantu guru untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep yang dimiliki siswa dan untuk memperkuat pemahaman konseptual guru sendiri dan disiplin ilmunya. Peta konsep merupakan suatu cara yang baik bagi siswa untuk memahami dan mengingat sejumlah informasi baru (dalam http://haritsah.ifastnet.com). Jadi saya dapat menyimpulkan bahwa peta konsep dapat dipergunakan untuk mempermudah konsep sulit dalam pembelajaran. Peta konsep dapat digunakan sebagai alat ukur alternatif yaitu salah satu bentuk penilaian kinerja yang dapat mengukur siswa dari sisi yang berbeda.  Penilaian kinerja dapat digunakan terutama untuk mengukur tujuan pembelajaran yang tidak dapat diukur dengan baik bila menggunakan tes obyektif (dalam http://haritsah.ifastnet.com). Penilaian kinerja adalah penilaian yang meliputi hasil dan proses.

C.     Bagaimana cara membuat peta konsep?
Menurut Dahar(1988) dalam http://haritsah.ifastnet.com, langkah-langkah berikut dapat diikuti untuk menciptakan suatu peta konsep.
Langkah 1: mengidentifikasi ide pokok atau prinsip yang melingkupi sejumlah konsep.
Langkah 2: mengidentifikasi ide-ide atau konsep-konsep sekunder yang menunjang ide utama
Langkah 3: menempatkan ide utama di tengah atau di puncak peta tersebut
Langkah 4: mengelompokkan ide-ide sekunder di sekeliling ide utama yang secara visual menunjukan hubungan ide-ide tersebut dengan ide utama.
Berdasarkan pendapat di atas dapat dikemukakan langkah-langkah menyusun peta konsep sebagai berikut:
1
. Memilih suatu bahan bacaan
2
. Menentukan konsep-konsep yang relevan
3. Mengelompokkan (mengurutkan ) konsep-konsep dari yang paling inklusif ke yang paling tidak inklusif
4. Menyusun konsep-konsep tersebut dalam suatu bagan, konsep-konsep yang paling inklusif diletakkan di bagian atas atau di pusat bagan tersebut.
Dalam menghubungkan konsep-konsep tersebut dihubungkan dengan kata hubung. Misalnya “merupakan”, “dengan”, “diperoleh”, dan lain-lain.